Sabtu, 08 November 2014

E-Learning



E-LEARNING












 













Kelas 4KA08
Fernanda Olympia (18111515)
Andy Kusumah (10111853)
Donny Akbar (12111207)
M. Ilham Putra ()
Ryan Satya (16111522)


Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-Learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya. Saat ini konsep e-Learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia terutama di Indonesia, terbukti dengan maraknya implementasi e-Learning di lembaga pendidikan yang ada di Indonesia.
Perkembangan e-learning sejalan dengan perkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkembang dengan sangat pesat baik dari sisi perangkat keras (Hardware) maupun perangkat lunak (Software). E-learning mulai berkembang sejalan dengan mulai dikenalnya komputer oleh masyarakat luas, dan mulainya komputer digunakan secara luas oleh masyarakat terutama oleh kalangan akademisi sebagai suatu teknologi yang terjangakau dan dibutuhkan untuk membantu memecahkan berbagai persoalan di dunia pendidikan maupun dalam kebutuhan sehari-hari.
Definisi
Istilah e-Learning mengandung pengertian yang sangat luas, sehingga banyak pakar yang menguraikan tentang definisi e-Learning dari berbagai sudut pandang. Salah satu definisi yang cukup dapat diterima banyak pihak misalnya dari Darin E. Hartley [Hartley, 2001] yang menyatakan:
e-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

LearnFrame.Com dalam Glossary of e-Learning Terms [Glossary, 2001] menyatakan suatu definisi yang lebih luas bahwa:
e-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik
untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan
komputer,maupun komputer standalone.

Dari puluhan atau bahkan ratusan definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning.

Fungsi e-learning.
Setidaknya ada 3 (tiga) fungsi e-learning, yaitu sebagai suplement yang sifatnya pilihan/opsional, pelengkap (complement), atau pengganti (substitution) (Siahaan, 2002).

a. Tambahan (suplement)
Dikatakan berfungsi sebagai tambahan (supplement), apabila peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi pembelajaran elektronik atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/ keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi pembelajaran elektronik. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.

b. Pelengkap (complement)
Dikatakan berfungsi sebagai pelengkap (complement) apabila materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima siswa di dalam kelas (Lewis, 2002). Sebagai pelengkap berarti materi pembelajaran elektronik diprogramkan untuk menjadi materi pengayaan (reinforcement) atau perbaikan (remedial) bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional. Materi pembelajaran elektronik dikatakan sebagai enrichment, apabila kepada peserta didik yang dapat dengan cepat menguasai/memahami materi pelajaran yang disampaikan guru secara tatap muka (fast learners) diberikan kesempatan untuk mengakses materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dikembangkan untuk mereka. Tujuannya agar semakin memantapkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang disajikan guru di dalam kelas. Dikatakan sebagai program remedial, apabila kepada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi pelajaran yang disajikan guru secara tatap muka di kelas (slow learners) diberikan kesempatan untuk memanfaatkan materi pembelajaran elektronik yang memang secara khusus dirancang untuk mereka. Tujuannya agar peserta didik semakin lebih mudah memahami materi pelajaran yang disajikan guru di kelas.


c. Pengganti (substitution)
Beberapa sekolah/ perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran/perkuliahan kepada para peserta didiknya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktivitas lain sehari-hari mahasiswa. Ada 3 alternatif model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu:
a. Sepenuhnya secara tatap muka (konvensional)
b. Sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau bahkan
c. Sepenuhnya melalui internet.
Alternatif model pembelajaran mana pun yang akan dipilih mahasiswa tidak menjadi masalah dalam penilaian. Karena ketiga model penyajian materi perkuliahan mendapatkan pengakuan atau penilaian yang sama. Jika peserta didik dapat menyelesaikan program perkuliahannya dan lulus melalui cara konvensional atau sepenuhnya melalui internet, atau bahkan melalui perpaduan kedua model ini, maka institusi penyelenggara pendidikan akan memberikan pengakuan yang sama. Keadaan yang sangat fleksibel ini dinilai sangat membantu mahasiswa untuk mempercepat penyelesaian perkuliahannya.

Manfaat e-learning
E-Learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk diakses oleh para peserta didik.

Keuntungan Menggunakan e-Learning
Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya adalah sebagai berikut:
• Menghemat waktu proses belajar mengajar.
• Mengurangi biaya perjalanan.
• Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
• Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
• Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

Kekurangan Menggunakan E-Learning
1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa bahkan antar-siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar-mengajar.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis.
3. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4. Berubahnya peran guru dan yang semula menguasai teknik pembelajar-an konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT.
5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.

Contoh Sistem Aplikasi e-Learning dan Penerapannya

Gambar 1: IlmuKomputer.Com – Sistem eLearning Gratis Berbasis Aktifitas Komunitas [http://ilmukomputer.com]

Strategi Pengembangan e-Learning
Ketika kita berbicara tentang strategi pengembangan e-Learning, maka hakekatnya adalah sama saja dengan strategi pengembangan perangkat lunak. Hal ini karena e-Learning adalah juga merupakan suatu perangkat lunak. Dalam ilmu rekayasa perangkat lunak (software engineering), ada beberapa tahapan yang harus kita lalui pada saat mengembangkan sebuah perangkat lunak.
 


Gambar 2: Tahapan Rekayasa Perangkat Lunak

Masalah analisa kebutuhan pada makalah ini ditonjolkan karena ini hal terpenting yang sering dilupakan oleh pengembang aplikasi e-Learning. Pengembang terobsesi untuk membuat aplikasi e-Learning terlengkap dan terbaik, padahal itu belum tentu sesuai dengan kebutuhan sebenarnya dari pengguna.

Kamis, 29 Mei 2014

Tabel & Grafik


Usia produktif dari tahun 2000 sampai 2003 cenderung mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Hanya pada tahun 2001 sampai tahun 2003 di kelompok usia 0-14 mengalami penurunan persentase dan sempat terjadi penurunan pada tahun 2001 untuk kelompok usia 15-64 sebesar 0,73%.



Dari grafik tersebut terlihat bahwa laju pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah selalu mengalami peningkatan jumlah penduduk dan mengalami peningkatan pesat di tahun 2002 sebesar 628.048 jiwa.

Senin, 28 April 2014

LINUX

               Kata "Linux" untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet dan komunitas mahasiswa yang memiliki hobby untuk mencoba software-software baru[1]. Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi  secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Nama Linux sendiri diturunkan dari pencipta awalnya, Linus Torvalds, yang sebetulnya mengacu pada suatu kumpulan software lengkap yang bersama-sama dengan kernel menyusun suatu sistem operasi yang lengkap.
          
               Lingkungan sistem operasi ini mencakup ratusan program, termasuk kompiler, interpreter, editor dan utilitas. Perangkat bantu yang mendukung konektifitas, ethernet, SLIP dan PPP dan interoperabilitas. Produk perangkat lunak yang handal (reliable), termasuk versi pengembangan terakhir. Kelompok pengembang yang tersebar di seluruh dunia yang telah bekerja dan menjadikan Linux portabel ke suatu platform baru, begitu juga mendukung komunitas pengguna yang memiliki beragam kebutuhan dan juga pengguna dapat turut serta bertindak sebagai tim pengembang sendiri.
 
               Nama Linux biasanya digunakan untuk menunjuk tiga hal yang mirip tetapi sebetulnya berbeda. Tiga hal tersebut adalah yaitu kernel Linux, sistem operasi Linux dan distribusi Linux (distro Linux). Sebagian besar orang, menggunakan istilah Linux sebagai suatu kumpulan dari sistem operasi, kernel, perangkat lunak sistem dan perangkat lunak aplikasi secara kolektif [2].
 
               Sistem Linux didasarkan pada suatu perangkat lunak aras paling rendah yang mengatur semua perangkat keras komputer dan semua fungsi aras rendah. Perangkat lunak ini disebut kernel Linux. Fungsi-fungsi aras rendah akan digunakan oleh program lain sedemikian, sehingga pengembang program dapat menitikberatkan perhatiannya pada program yang dikembangkan sendiri. Kernel Linux mempunyai kemampuan umum sistem operasi modern seperti multitasking, thread, memori maya, pustaka berbagi (shared library), pemuatan permintaan, kemampuan berbagi file, copy-on-write executable, manajemen memori, pemuatan modul, video frame buffer dan jaringan TCP/IP[3]. 
 
               Sebagai sistem operasi, Linux juga menyediakan bermacam-macam utilitas. Utilitas yang disediakan sistem operasi Linux meliputi shell (menyediakan command shell untuk menjalankan program), menyalin file, menghapus file, manjalankan peralatan jaringan dan masih banyak lagi. Sistem operasi Linux dapat melakukan tugas multi user maupun multi tasking. Linux dilengkapi dengan semua paket yang digunakan untuk tugas-tugas tersebut baik konektivitas jaringan, paket-paket komunikasi maupun interoperasi dengan sistem operasi lain.

              Saat ini banyak digunakan sistem Linux untuk keperluan khusus misalnya router, gateway, Linux diskless dan sebagainya. Untuk keperluan khusus ini, tidak diperlukan semua fasilitas yang dimiliki sistem operasi Linux. Dalam hal ini hanya diperlukan apa yang disebut sistem Linux minimal. Linux minimal pada dasarnya merupakan sistem Linux yang hanya menggunakan fasilitas secara terbatas dari sekian banyak fasilitas yang ada pada Linux. Linux Mandrake sebagai salah satu distro sistem operasi Linux yang banyak digunakan juga mampu untuk dibentuk sistem Linux minimal.

               Umumnya, Linux minimal yang ada saat ini dibangun menggunakan media simpanan berupa disket. Beberapa yang sudah mengimplementasikan Linux minimal dengan disket adalah Freesco yang mana Linux minimal digunakan untuk aplikasi router [4]. Implementasi lain Linux minimal untuk router adalah FloopyFW [5]. Ada satu kelemahan ketika disket dipakai sebagai media simpan sistem Linux yaitu dalam hal kecepatan. Sistem Linux minimal yang dijalankan pada disket umumnya bekerja lambat terutama saat akan menjalankan utilitas yang disimpan pada disket.

               Ada salah satu sumber daya komputer yang dapat digunakan untuk menggantikan disket sebagai media simpan sistem Linux yaitu RAM. Saat ini kapasitas RAM yang terpasang di komputer sangat tinggi dan harganya murah. Sebagian dari kapasitas RAM dapat diubah menjadi seperti disk. Sebagian RAM yang diubah menjadi disk ini disebut dengan disk RAM. Disk RAM ini dapat dipakai untuk menjalankan Linux. Tentu saja tidak semua kapasitas RAM yang tersedia pada komputer akan diubah menjadi disk RAM, karena aplikasi yang berjalan pada komputer tersebut juga memerlukan kapasitas tertentu.


Daftar Pustaka

[1] http://kambing.ui.ac.id/bebas/v01/TimPandu/linux-dasar-single.pdf, 28 April 2014
[2] Gabungan Kelompok Kerja. (2004) Sistem Operasi, www.ilmukomputer.com
[3] Wagito. "Membangun Sistem Linux Mandrake Minimal Menggunakan Inisial Disk Ram". Teknoin, Vol. 11, No.1, Maret 2006, pp. 43-54.
[4] Baughman, L. dan Storozhebykh, S.V. (2002), Freesco Manual, http://www.freesco.net
[5] Tomasez. (2005) FloopyFW Documentation, http://www.zelow.no/floppyfw/

Minggu, 30 Maret 2014

Latar Belakang Masalah



            Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa Internet merupakan salah satu media informasi yang sangat bermanfaat untuk kita semua, semua unsur informasi bisa kita temukan di Internet, baik yang bersifat global maupun regional. Pengguna internet pada akhir-akhir ini selalu meningkat baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum, selain sebagai media pencari informasi Internet bisa digunakan sebagai tempat untuk mencari ilmu.
            Internet bisa di akses dimana saja kapan saja selama terhubung dengan sebuah alat, bisa menggunakan media Handphone, Laptop maupun komputer selama alat-alat tersebut terhubung dengan jaringan Internet. Sudah tidak asing lagi kita mendengar istilah PSB online (Penerimaan Siswa Baru), pengumuman online, sistem informasi sekolah online dan termasuk seperti judul yang penulis buat yaitu test online.
             Pengambilan judul test online dikarenakan penulis termotivasi ingin mencoba menyuguhkan sistem test online dimana peserta bisa melakukan test secara online, pembuatan aplikasi ini disuguhkan untuk pengguna yang sudah duduk di bangku SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), pengembangannya bisa di gunakan di banyak lembaga pendidikan, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Minggu, 16 Maret 2014

Perancangan Sistem

Menurut Susanto (2004:332) Perancangan Sistem adalah proses menyusun atau mengembangkan sistem informasi yang baru. Dalam tahap ini harus dapat dipastikan bahwa semua prasyaratan untuk menghasilkan sistem informasi dapat dipenuhi. Hasil sistem yang dirancang harus sesuai dengan kebutuhan pemakai untuk mendapatkan informasi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa sistem yang disusun harus dapat dikembangkan lagi.

Tujuan Perancangan Sistem.
Tahap Perancangan / Desain Sistem mempunyai 2 tujuan utama, yaitu:
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik yang terlibat (lebih condong pada desain sistem yang terinci).

Sumber:
1. http://informatika.web.id/konsep-dasar-perancangan-sistem.htm
2. http://febriani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5614/Perancangan+Sistem+Umum.pdf